Tanda anjing rabies yang muncul pada peliharaan termasuk sumber ketakutan utama bagi pemiliknya. Apalagi penyakit rabies tidak hanya berbahaya untuk anjing, tapi juga untuk lingkungannya termasuk manusia.
Oleh sebab itu, pemilik anjing harus tahu tanda-tanda saat anjingnya terindikasi mengalami rabies. Kemudian langkah penanganannya juga wajib menjadi perhatian agar tahu apa yang harus dilakukan saat rabies benar terjadi.

Tanda Anjing Terkena Rabies Berdasarkan Tahapnya
Pada dasarnya tanda anjing rabies muncul secara perlahan dan bertahap. Penyebaran infeksi virus rabies bisa ditandai dengan tiga fase berbeda dengan dampak akhir yang semakin memburuk. Berikut tandanya untuks setiap tahap:
1. Tahap Prodromal
Pertama ada tahap prodromal atau tahap awal yang prosesnya berjalan sangat singkat. Hanya dengan waktu antara 1-3 hari saja, ciri-ciri awal anjing rabies tahap awal sudah bisa terlihat pada perilakunya secara samar.
Contohnya saat anjing biasanya aktif tapi tiba-tiba sering bersembunyi di tempat gelap, maka hal ini bisa jadi salah satu tanda. Kemudian tanda lainnya adalah jika anjing mulai cemas dan menyendiri padahal biasanya sangat manja.
Selain perbedaan perilaku tersebut, tahap ini juga sering muncul dengan hilangnya nafsu makan dan demam tinggi. Bahkan jika ada bekas gigitan, bagian tersebut akan terus digaruk secara berlebihan.
2. Tahap Eksitasi
Selanjutnya ada tanda anjing rabies yang sudah masuk tahap eksitasi. Saat sudah masuk tahap ini, maka tanda utamanya adalah anjing mulai kehilangan kesadaran dan menjadi jauh lebih agresif daripada biasanya tanpa alasan yang jelas.
Kondisi ini akan memicu anjing untuk lebih aktif menggigit. Semua hal yang ada di depan matanya adalah mangsa gigitan, baik itu benda mati, hewan lain, maupun pemiliknya sendiri yang sedang merawat.
Namun di satu sisi, anjing juga mulai mengalami ketakutan ekstrim pada air serta cahaya matahari. Kondisi ini bisa terjadi karena otot tenggorokan anjing sudah mengalami kejang hebat.
3. Tahap Paralitik
Terakhir ada tahap paralitik yang sudah menjadi bagian puncak. Pada tahap ini, ciri luka rabies bukan lagi menjadi fokus utama karena kondisi anjing sudah tidak bisa terkendali akibat kelumpuhan otot di sekujur tubuh.
Bagian rahang bawah akan terkulai, lidah terus menjulur, dan air liur berbusa tidak bisa berhenti. Rangkaian tanda ini berlangsung secara bersamaan karena anjing sudah tidak bisa menelan apa-apa.
Kondisi fisik yang sudah ambruk total seperti ini juga terjadi karena gagal napas secara signifikan. Biasanya jika sudah sampai di sini, maka akan berakhir pada kematian yang hanya perlu menunggu hitungan hari.
Langkah Penanganan Anjing Rabies
Lalu jika sudah muncul tanda anjing rabies di atas, apa yang harusmenjadi langkah utama? Hal pertama yang paling penting adalah lindungi diri. Bahkan saat masih di tahap awal, jangan sentuh anjing tanpa alat pelindung.
Selain itu jangan coba mencari penyebab anjing rabies di tubuhnya tanpa bantuan ahli. Isolasi dulu anjing dalam kandang yang terkunci, kemudian segera lapor ke tenaga kesehatan hewan terdekat untuk bantuan observasi.
Sedangkan jika anjing sudah melukai manusia dengan gigitan, maka segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun. Lakukan langkah ini setidaknya 15 menit sebagai penanganan pertama.
Selanjutnya segera bawa korban gigitan ke fasilitas kesehatan terdekat yang memadai untuk mendapat vaksin. Jadi saat mendapat gigitan, jangan santai atau merasa semua akan baik-baik saja karena ini bisa menjadi masalah yang serius.
Penutup
Perlu dipahami bahwa sampai saat ini rabies tidak ada obatnya. Jadi tanda anjing rabies harus dipahami sejak awal. Jangan lupa juga untuk rutin melakukan vaksinasi tahunan sebagai benteng pertahanan utama.

Leave a Reply